
Bojonegoro, 2 Juli 2026 – Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro terus memperkuat ikhtiar dalam menjaring calon mahasiswa baru melalui kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan ke Pondok Pesantren Modern Fathul Majid pada Kamis (2/7/2026) pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pascasarjana UNUGIRI dalam mempererat sinergi dengan pesantren sekaligus memperkenalkan program-program unggulan kepada para santri.
Kegiatan Turba PMB dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana UNUGIRI, Dr. H. M. Ridlwan Hambali, Lc., M.A., didampingi Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I., serta tenaga kependidikan Pascasarjana UNUGIRI. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Modern Fathul Majid, K.H. Achmad Chabiburrahman, beserta jajaran pengurus pondok.
Sosialisasi yang diikuti sekitar 900 santri tersebut disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Dr. Hamam Burhanuddin, M.Pd.I. Dalam pemaparannya, beliau memperkenalkan Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI), Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES), serta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Prodi MPAI. Selain menjelaskan profil dan keunggulan program studi, beliau juga memaparkan sistem pembelajaran, proses perkuliahan, serta berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan oleh para lulusan pesantren untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister di Pascasarjana UNUGIRI.
Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Prodi MPAI menjadi salah satu materi yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut. Melalui skema RPL, pengalaman belajar, pengalaman mengajar, maupun pengalaman kerja yang dimiliki calon mahasiswa dapat direkognisi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program ini merupakan bentuk komitmen Pascasarjana UNUGIRI dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru, tenaga kependidikan, pengasuh pesantren, dan praktisi pendidikan yang ingin melanjutkan studi magister dengan tetap mengedepankan mutu akademik.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Sekitar 900 santri Pondok Pesantren Modern Fathul Majid mengikuti rangkaian sosialisasi dengan penuh perhatian. Kehadiran Pascasarjana UNUGIRI di lingkungan pesantren diharapkan mampu membuka wawasan para santri mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bekal dalam meningkatkan kualitas keilmuan, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Fathul Majid, K.H. Achmad Chabiburrahman, menyambut baik kunjungan Pascasarjana UNUGIRI dan mengapresiasi langkah kampus dalam mendekatkan akses pendidikan tinggi kepada kalangan pesantren. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan yang lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, Direktur Pascasarjana UNUGIRI, Dr. H. M. Ridlwan Hambali, Lc., M.A., menyampaikan bahwa kegiatan Turba PMB tidak hanya bertujuan memperkenalkan program studi kepada calon mahasiswa, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sinergi yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan pesantren.
“Kami berharap silaturahmi yang telah terjalin melalui kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat antara Pascasarjana UNUGIRI dan Pondok Pesantren Modern Fathul Majid. Ke depan, kami berharap hubungan baik ini dapat ditindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai landasan kolaborasi dalam bidang pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga,” ungkapnya.
Harapan tersebut disambut positif oleh pihak Pondok Pesantren Modern Fathul Majid. Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan Islam yang berkualitas. Melalui sinergi yang akan dibangun, diharapkan semakin banyak alumni pesantren yang melanjutkan pendidikan ke jenjang magister serta lahir berbagai program bersama yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
