Perjuangan Panjang Akhirnya Terbayar! Pascasarjana UNUGIRI Gelar Yudisium Semester Genap 2025/2026

Bojonegoro, 3 September 2026 – Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro menggelar Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada Kamis, 3 September 2026. Bertempat di Ruang Smart Class Pascasarjana UNUGIRI, kegiatan ini menjadi momentum istimewa bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan pada jenjang magister.

Sebanyak 16 mahasiswa mengikuti prosesi yudisium yang terdiri atas 14 mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) dan 2 mahasiswa Program Studi Magister Hukum Ekonomi Syariah (MHES). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Badan Pembina Perguruan Tinggi (BPP) UNUGIRI, jajaran Rektorat, pimpinan Pascasarjana, kaprodi, dosen, serta para mahasiswa yang diyudisium.

Dalam sambutannya, Sekretaris BPP UNUGIRI, H. Kun Sucahyono, M.Kes., menyampaikan pesan kepada para peserta yudisium agar ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di UNUGIRI dapat terus diamalkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berpesan agar setelah menyelesaikan pendidikan di UNUGIRI, para lulusan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik, tetapi mampu kembali ke tengah masyarakat dengan membawa ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang telah diperoleh selama berada di lingkungan kampus.

“Setelah dari UNUGIRI, saya berharap ilmu yang telah diperoleh dapat diabdikan kepada masyarakat. Dan jangan lupa, mari bersama-sama membantu UNUGIRI agar semakin berkembang,” pesannya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan menempuh pendidikan Pascasarjana bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana UNUGIRI, Assoc. Prof. Dr. H. M. Ridlwan Hambali, Lc., M.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh mahasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, meskipun jumlah mahasiswa Pascasarjana tidak terlalu banyak, hal tersebut justru membangun kedekatan yang kuat di antara mahasiswa, dosen, dan seluruh keluarga besar Pascasarjana.

“Meski sedikit, tetapi rasa kebersamaan dan kekeluargaan kami luar biasa,” ungkapnya.

Ia menilai suasana kekeluargaan yang terbangun selama proses perkuliahan menjadi salah satu kekuatan Pascasarjana UNUGIRI. Hubungan yang dekat tersebut tidak hanya tercermin dalam kegiatan akademik, tetapi juga dalam proses saling mendukung selama mahasiswa menghadapi berbagai tantangan dalam menyelesaikan studinya.

Pada kesempatan tersebut, Pascasarjana UNUGIRI juga memberikan penghargaan kepada dua mahasiswa atas capaian akademiknya melalui penghargaan Penelitian Terbaik. Penghargaan tersebut diberikan kepada Durrotun Niswah, M.Pd. dari Program Studi MPAI dan Iin Candrawati, M.H. dari Program Studi MHES.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi Pascasarjana UNUGIRI terhadap kesungguhan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian sebagai bagian penting dari penyelesaian studi magister.

Suasana haru turut mewarnai rangkaian kegiatan ketika sambutan mahasiswa disampaikan oleh Siti Nur Afifah, M.Pd. dari Program Studi MPAI. Mewakili seluruh mahasiswa yang diyudisium, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada UNUGIRI, khususnya Pascasarjana, atas ilmu, pengalaman, dan proses pembelajaran yang telah diberikan selama menempuh pendidikan.

Dalam sambutannya, Siti mengajak seluruh peserta untuk mengingat kembali perjalanan panjang yang telah mereka lalui. Perjalanan tersebut bukan sesuatu yang mudah, terlebih sebagian besar mahasiswa Pascasarjana telah memiliki tanggung jawab lain di luar perkuliahan.

“Hampir semua mahasiswa Pascasarjana sudah bekerja. Ada yang sudah menikah dan memiliki anak. Bahkan ada juga yang saat mengerjakan tesis sambil hamil. Semuanya memiliki medan juang masing-masing,” tuturnya.

Beragam kesibukan dan tanggung jawab tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan. Di tengah pekerjaan, keluarga, dan berbagai aktivitas lainnya, mereka tetap berusaha membagi waktu untuk mengikuti perkuliahan, menyelesaikan tugas akademik, melakukan penelitian, hingga menuntaskan tesis.

Perjalanan tersebut akhirnya mengantarkan mereka pada satu titik yang sama, yakni hari ketika mereka secara resmi dapat menyandang gelar magister.

“Sekarang kita semua sampai di titik ini. Kita bisa menyandang gelar magister,” lanjutnya.

Momen yudisium pun menjadi lebih dari sekadar prosesi akademik. Bagi para mahasiswa, hari tersebut merupakan simbol dari perjalanan panjang, kerja keras, pengorbanan, serta doa yang akhirnya berbuah pada sebuah pencapaian.

Melalui Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Pascasarjana UNUGIRI tidak hanya melepas lulusan dengan gelar akademik, tetapi juga menitipkan harapan agar ilmu yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan dan diabdikan untuk masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan akademik, para lulusan Pascasarjana UNUGIRI diharapkan mampu melangkah ke tahap berikutnya dengan membawa nama baik almamater serta memberikan kontribusi nyata di bidang masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *